Upaya Kemenkomarves Mempercepat Adopsi Kendaraan Listrik

Mengurangi emisi karbon di sektor transportasi adalah salah satu agenda utama untuk mencapai target nol emisi Indonesia pada tahun 2060. Sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar kedua terhadap gas rumah kaca (27 persen), yang masih didominasi oleh bahan bakar fosil. Fakta ini mendorong Kemenkomarves mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan bermitra bersama produsen sebagai upaya mewujudkan nol karbon atau dekarbonisasi.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenkomarves Nani Hendiarti mengatakan, pihaknya mengawal program dekarbonisasi sistem transportasi dengan membangun ekosistem yang mendukung. "Untuk itu, kami mengkoordinasikan percepatan penggunaan energi terbarukan, dorong produksi dan manufaktur lokal dan adopsi kendaraan listrik," kata Nani saat peluncuran transisi armada operasional AstraZeneca dari berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik yang ramah lingkungan di Indonesia di Jakarta belum lama ini. Kemenkomarves juga akan mengembangkan kerangka kerja yang terintegrasi mulai hulu hingga hilir dalam kebijakan industri untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang andal dan kompetitif.

Upaya Kemenkomarves Mempercepat Adopsi Kendaraan Listrik PLN Group Percepat Adopsi Kendaraan Listrik Lewat EV Exhibition Toyota Jual 25.000 Kendaraan Listrik

Liburan ke Bali Pakai Kendaraan Listrik? Simak Titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Ini Calon Pemenang Pilpres 2024 Mulai Terlihat Jelang Pencoblosan, 6 Hasil Survei Elektabilitas Terbaru Halaman 4 Andrew Andika dan Tengku Dewi Putri Umumkan Kehamilan Anak Kedua, Ungkap Ingin Punya Anak Perempuan

Rencana Pemerintah Naikkan Pajak Kendaraan Pakai BBM Dorong Kendaraan Listrik Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Se Whan Chon mengatakan, untuk mencapai layanan kesehatan nol karbon tidak bisa dilakukan sendirian.

"Hanya dengan memelihara kerjasama global yang telah kita tunjukkan dalam melawan COVID 19, baru kita dapat suatu hari memulihkan bumi dan melindungi kesehatan manusia untuk generasi yang akan datang," katanya. Ditambahkannya, transisi armada AstraZeneca ke kendaraan listrik merupakan inisiatif keberlanjutan sebagai janji Sustainable Healthcare yang berdampak pada pengurangan hingga 900 ton metrik emisi karbon dari kendaraan operasional. "Kami mendukung inisiatif pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan bermitra bersama produsen kendaraan listrik lokal," kata Se Whan.

Head of Corporate Affairs AstraZeneca Indonesia, Hoerry Satrio mengatakan, proses transisi akan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun 2024 dan distribusi akan bergantung pada produksi kendaraan listrik dan kesiapan internal. "Kami akan memulai dengan mengubah armada operasional kami dengan 214 sepeda motor listrik dan 100 mobil listrik, yang akan mengurangi dampak emisi karbon dari aktivitas terkait mobilitas pekerjaan secara signifikan," kata Hoerry. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti, mengapresiasi AstraZeneca atas pendekatan visi mereka terhadap keberlanjutan lingkungan, dan dalam mengurangi emisi karbon perusahaan.

“Upaya ini selaras dengan visi pemerintah untuk mengurangi emisi karbon demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Saya berharap hal ini menjadi teladan bagi pelaku sektor kesehatan lainnya untuk peduli pada lingkungan dan alam,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *