3 Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur, Jangan Diabaikan

Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Penyebab siklus menstruasi tidak teratur adalah stres dan perubahan gaya hidup, kondisi medis, serta alat kontrasepsi dan obat-obatan.

Siklus menstruasi merupakan proses alami yang dipengaruhi oleh fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3-7 hari pada setiap bulan. Namun kadang siklus menstruasi tidak berjalan dengan normal, misalnya saja siklus yang terlalu panjang, darah haid keluar sedikit, atau waktu menstruasi yang kadang terlambat. 

Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Siklus menstruasi yang tidak teratur dikenal juga dengan istilah oligomenorrhea. Kondisi tersebut membuat durasi pendarahan lebih panjang dari 35 hari atau lebih pendek. Pada dasarnya, ini merupakan masalah yang cukup sering terjadi pada wanita dan dipicu oleh beberapa penyebab berikut ini.

1. Stres dan Perubahan Gaya Hidup

Salah satu pemicu paling umum siklus menstruasi terganggu adalah stres. Ketika tubuh mengalami stres, hormon kortisol akan meningkat. Peningkatan kortisol ini dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi, termasuk GnRH (gonadotropin-releasing hormone), yang berperan mengatur siklus menstruasi.

Gangguan ini bisa menyebabkan ovulasi (pelepasan sel telur) tertunda atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Selain stres, perubahan gaya hidup juga memiliki dampak besar. Perubahan berat badan yang drastis, baik naik maupun turun, dapat memengaruhi siklus menstruasi.

Lemak tubuh memainkan peran dalam produksi estrogen, sehingga perubahan lemak yang signifikan dapat mengganggu keseimbangan hormon. Selain itu, olahraga berlebihan tanpa asupan kalori yang cukup dapat menyebabkan tubuh berada dalam kondisi stres fisik yang otomatis mengganggu kelancaran menstruasi.

2. Kondisi Medis yang Mendasari

Penyebab siklus menstruasi tidak teratur berikutnya adalah adanya kondisi medis individu bersangkutan, salah satunya adalah Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). PCOS merupakan kondisi hormonal yang ditandai dengan ketidakseimbangan hormon dan pembentukan kista kecil di ovarium yang menghambat menstruasi.

Selain PCOS, masalah pada kelenjar tiroid, baik hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) maupun hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif), dapat memengaruhi siklus menstruasi. Hormon tiroid memainkan peran penting dalam metabolisme tubuh dan juga berinteraksi dengan hormon reproduksi.

3. Penggunaan Alat Kontrasepsi dan Obat-obatan

Penggunaan alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, suntikan, implan, atau IUD (spiral) hormonal, juga menjadi penyebab umum dari perubahan siklus menstruasi. Pada beberapa kasus, alat kontrasepsi ini dapat menyebabkan pendarahan tidak teratur atau bahkan menghentikan menstruasi sama sekali.

Efek ini biasanya normal dan akan kembali stabil setelah beberapa bulan atau setelah penggunaan dihentikan. Selain itu, beberapa jenis obat, seperti antikoagulan (pengencer darah), antidepresan, atau obat kemoterapi, juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Dokter akan memberikan informasi ketika meresepkannya.

Kapan Harus Berobat saat Siklus Menstruasi Tidak Lancar?

Penyebab siklus menstruasi tidak teratur ada beberapa. pertama, stres dan perubahan gaya hidup yang dapat Anda atasi dengan menerapkan pola hidup sehat. Sementara untuk kondisi medis dan penggunaan alat kontrasepsi atau konsumsi obat-obatan memang wajib berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

Nah, kalau Anda memiliki pertanyaan lain seputar kesehatan reproduksi wanita atau menstruasi, bisa mengunjungi Ask dr. Laurier di menstruasi.com. Di sana pertanyaan Anda seputar kesehatan wanita akan dijawab oleh dokter Obgyn profesional dan berpengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *