Toyota Motor Corp menggelar pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan menargetkan 1.000 karyawan dari salah satu pabrik perakitan mobil yang berada di China, Selasa (25/7/2023). “Usaha patungan antara Toyota dan Guangzhou Automobile Group (GAC) milik pemerintah China telah memberhentikan para pekerja selama akhir pekan ,” kata para pekerja, yang menolak disebutkan namanya. Melansir dari Reuters, PHK masal ini dilakukan Toyota lantaran gagal bersaing dengan produsen otomotif Tesla Inc dan BYD Co. yang belakangan sukses menguasai penjualan mobil di pasar China hingga pasar global.
Dimana Tesla berhasil mencatatkan rekor pengiriman tembus 466.140 unit mobil. Sementara BYD membukukan hasil penjualan kuartalan terbaiknya sebanyak 700.244 kendaraan energi baru. Berkat penjualan ini posisi keduanya menjadi dominan bila dibandingkan dengan produsen otomotif lainnya. Berbanding terbalik dengan Tesla dan BYD, penjualan kendaraan Toyota justru anjlok 5,6 persen selama beberapa bulan terakhir.
Tali Kasih Palembang Akhirnya Buka Suara, Viral Gelar Pesta Mewah Ultah 17 Tahun, Kini Ngaku Malu Viral Tawuran di Jaktim hingga Tangan Putus, Korban Ternyata Anak Polisi, Impian Masuk Akpol Pupus Live Score Liga 2 Persipura vs PSCS Cilacap, Kemenangan Selamatkan Tim Mutiara Hitam dari Degradasi
Pertandingan Arsenal Berikutnya Dibandingkan Liverpool dan Man City Dalam Perburuan Gelar Kota Kupang Tempati Urutan Sembilan Kota Toleran Versi SETARA Institute Faldo Maldini Bakar Semangat Ribuan Simpatisan PSI saat Kampanye Akbar di Lampung Selatan
Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 Kondisi ini kian diperparah lantaran mobil hybrid dan EV yang mereka jual belum populer di kalangan pelanggan global. Serangkaian tekanan ini yang kemudian membuat penjualan Toyota amblas untuk yang pertama kali selama satu dekade terakhir.
Khawatir ancaman ini kian menekan laba kuartal ditengah ancaman krisis pasar global, Toyota akhirnya memutuskan untuk memecat 1.ooo karyawan di pabrik Toyota GAC. Langkah ini dilakukan Toyota menyusul perusahaan otomotif lainnya yang telah lebih dulu melakukan PHK massal, salah satunya Mitsubishi Motors yang awal Juli kemarin memangkas staf di perusahaan patungan di China dengan dalih untuk menekan lonjakan biaya operasional. “Produksi model Outlander baru Mitsubishi tetap ditangguhkan, hal ini menggambarkan kondisi yang dihadapi oleh perusahaan di China sangat parah, jelas Kepala Eksekutif Mitsubishi Motors Takao Kato.
Lebih lanjut juru bicara Toyota menyampaikan, usai PHK rampung digelar nantinya para pekerja yang terdampak akan langsung diberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.